TemanLegal memakai kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan panduan awal tentang masalah hukum berdasarkan arsip aturan internal kami. Halaman ini menjelaskan batasan dan cara kerjanya agar Anda bisa memakainya dengan bijak.
Cara Kerja Singkat
- Tim pengacara kami menyusun dan memuat peraturan hukum (UU, peraturan, contoh kasus) ke arsip internal.
- Saat Anda bertanya, AI mencari kutipan yang paling relevan di arsip itu, lalu menyusun jawaban dari kutipan tersebut.
- Anda mendapat jawaban beserta rujukan pasal/peraturan, plus petunjuk seberapa yakin kami (Tinggi / Sedang / Rendah).
Keterbatasan AI
- AI dapat salah memahami nuansa kasus Anda yang spesifik.
- Arsip kami tidak mencakup seluruh hukum Indonesia. Apabila tidak ada referensi yang cocok, AI akan jujur memberi tahu.
- Putusan hukum sangat bergantung pada konteks: bukti, fakta, hingga keputusan hakim. AI tidak dapat memprediksi putusan.
- Hukum berubah. Walaupun kami memperbarui arsip secara berkala, mungkin ada peraturan baru yang belum tercakup.
Yang BUKAN Dilakukan AI Kami
Memberi nasihat hukum mengikat
Mewakili Anda di pengadilan
Membuat dokumen hukum resmi sebagai bukti
Memberi opini medis, finansial, atau psikologis
Kapan Harus ke Pengacara Terdaftar?
Selalu konsultasi langsung apabila:
- Kasus Anda terlibat denda, kurungan, atau ganti rugi besar
- Ada batas waktu hukum (misalnya kadaluarsa, somasi, gugatan)
- Anda akan menandatangani kontrak penting
- Pihak lawan sudah memiliki pengacara
TemanLegal menyediakan fitur “Hubungi pengacara terdaftar” di setiap percakapan untuk dialihkan ke daftar tunggu pengacara mitra TemanLegal.
Bias & Audit
Kami rutin mengecek akurasi AI dengan daftar pertanyaan uji yang sudah disiapkan dan tinjauan pengacara independen. Apabila Anda menemukan jawaban yang salah, mohon laporkan melalui tombol “Laporkan jawaban” di bawah setiap pesan.
Kontak
Pertanyaan tentang AI:
hello@lexora.my.idLihat juga: Kebijakan Privasi · Syarat & Ketentuan · Cara Kerja